Ya, dunia maya memudahkan orang mencari pasangan. Apalagi, keberadaan fasilitas instant messaging, situs jejaring sosial, dating online, atau perjodohan memang menunjang. Banyak juga yang berhasil menemukan jodoh lewat cara itu.Proses awal hubungan adalah perkenalan. Lantas berteman dan berlanjut ke hubungan serius alias love chat. Menurut psikolog Ratih Ibrahim, hal ini wajar karena orang bisa berkenalan lewat aneka media. Termasuk instant messaging di smartphone atau Facebook.
Saat berada di ranah dunia maya, Anda awalnya tidak tahu siapa dia, latar belakang, dan sebagainya. Tetapi, setelah obrolan mendalam dan saling terbuka, terjalinlah ikatan emosi dan kecocokan. Akhirnya, Anda bisa jatuh cinta pada teman chat room Anda.
Tapi, Anda juga perlu hati-hati saat melakukan hal ini. Lantas, apa yang mendasari seseorang untuk melakukan kencan online dengan orang asing? Menurut Ratih, salah satu penyebab adalah keinginan untuk bereksperimen dengan identitas diri. Jadi, mulanya sekadar iseng.
Meski begitu, hal ini tidak bisa dipukul rata. Ada juga orang yang jujur. “Dunia maya, internet, chat room, dan sebagainya, bisa dibilang in the blue nowhere. Begitu masuk ke sana, nggak ada yang tahu apa dan di mana. You can be anyone. Semua orang bisa mengkreasikan kepribadian,” jelas Ratih.
Menurutnya, setiap manusia memiliki beberapa kepribadian yang fleksibel. ”Kita menggunakan istilah topeng untuk itu. Bergantung situasi, kondisi, bertemu dengan siapa, di mana, dan sebagainya,” kata Ratih.
Dari semua topeng, perilaku, kebiasaan, atau sifat, terdapat garis merah. Dari situ kepribadian seseorang yang bisa terlihat. ”Tapi begitu melihat atau bertemu langsung, belum tentu kepribadian itu yang dominan,” tegasnya.
Manusia kadang ingin menjadi orang yang berbeda dari dirinya. Di kehidupan sehari-hari, belum tentu Anda bisa melakukan itu. Nah, di internet yang relatif lebih bebas, pengguna internet memiliki peluang besar untuk memunculkan kepribadian yang berbeda.
Pengguna internet bisa menggunakan identitas dan gambaran fisik yang menurutnya ideal. Nama pun diganti sesuka hati. ”Nggak bisa dibilang mereka semua jujur. Tapi, kalau dikatakan semua orang di chat itu bohong, belum tentu. Bergantung kepribadian masing-masing,” tegas Ratih.
Anda
telah jatuh cinta dengan seseorang di dunia maya? Jangan khawatir. Ada
cara ’aman’ jatuh cinta di dunia maya. Anda harus mencari tahu sendiri
apakah orang tersebut jujur atau tidak. Berikut kiat dari psikolog Ratih
Ibrahim untuk menjalin hubungan cinta yang ’aman’ via internet.
1. Gunakan Insting atau Nalar
Pada dasarnya, setiap orang diberi naluri untuk mempertahankan diri dari bahaya. Jika ada bahaya, ’alarm’ akan otomatis berbunyi. Mereka yang memiliki sifat objektif dan logis yang peka dengan peringatan ini. Agar Anda aman, sensitiflah pada ’alarm’ atau insting ini. Kebanyakan orang mengabaikan peringatan ini karena menggunakan emosi dan akal saja. Tapi, ada pula yang terlalu menajamkan perasaan. Akibatnya, dia paranoid dan oversensitive. ”Kehidupan spiritual harus dipelihara dengan baik agar insting tetap tajam,” kata Ratih.
Pada dasarnya, setiap orang diberi naluri untuk mempertahankan diri dari bahaya. Jika ada bahaya, ’alarm’ akan otomatis berbunyi. Mereka yang memiliki sifat objektif dan logis yang peka dengan peringatan ini. Agar Anda aman, sensitiflah pada ’alarm’ atau insting ini. Kebanyakan orang mengabaikan peringatan ini karena menggunakan emosi dan akal saja. Tapi, ada pula yang terlalu menajamkan perasaan. Akibatnya, dia paranoid dan oversensitive. ”Kehidupan spiritual harus dipelihara dengan baik agar insting tetap tajam,” kata Ratih.
2. Gunakan Logika dan Akal Sehat
Beberapa orang mengaku single, ganteng, berpenghasilan tinggi, dan sebagainya. Sebaiknya jangan langsung percaya, tapi cek lebih lanjut. Misalnya dari teman-teman di akun facebook-nya, mengecek kantor, dan sebagainya. Beri dia bermacam pertanyaan agar dia terbuka. Gunakan logika.
Jangan terbuai dengan apa yang dikatakannya. Jika si dia selalu menelpon, bukan berarti dia benar-benar ingin menjalin hubungan serius. Menurut Ratih, hubungan lewat dunia maya sebaiknya melalui beberapa tahap dan proses yang tidak cepat.
Tapi, ingatlah, bisa jadi setelah bertemu langsung dan menjalin kedekatan secara nyata, yang terjadi tidak sama dengan saat chatting. Bersikaplah realistis. Tetaplah memperluas jalinan pertemanan. Jika ada yang meminta hubungan ke arah serius dan Anda juga tertarik, minta waktu untuk bertemu langsung dan mengenalnya secara nyata.
Beberapa orang mengaku single, ganteng, berpenghasilan tinggi, dan sebagainya. Sebaiknya jangan langsung percaya, tapi cek lebih lanjut. Misalnya dari teman-teman di akun facebook-nya, mengecek kantor, dan sebagainya. Beri dia bermacam pertanyaan agar dia terbuka. Gunakan logika.
Jangan terbuai dengan apa yang dikatakannya. Jika si dia selalu menelpon, bukan berarti dia benar-benar ingin menjalin hubungan serius. Menurut Ratih, hubungan lewat dunia maya sebaiknya melalui beberapa tahap dan proses yang tidak cepat.
Tapi, ingatlah, bisa jadi setelah bertemu langsung dan menjalin kedekatan secara nyata, yang terjadi tidak sama dengan saat chatting. Bersikaplah realistis. Tetaplah memperluas jalinan pertemanan. Jika ada yang meminta hubungan ke arah serius dan Anda juga tertarik, minta waktu untuk bertemu langsung dan mengenalnya secara nyata.
3. Cari Rujukan dan Wawasan yang Banyak
Perluas wawasan sebelum atau ketika menjalin hubungan. Bersikaplah peka terhadap jawaban-jawaban tersebut. Apa benar Penang di Singapura, padahal kota tersebut di Malaysia?
Perluas wawasan sebelum atau ketika menjalin hubungan. Bersikaplah peka terhadap jawaban-jawaban tersebut. Apa benar Penang di Singapura, padahal kota tersebut di Malaysia?
4. Jangan Naif
Meski tidak berhadapan, bukan berarti Anda tidak perlu waspada. Anda tidak tahu tingkat kejujuran pengguna internet. Jadi jangan pernah memberikan data-data pribadi atau password akun Anda kepada mereka.
Meski tidak berhadapan, bukan berarti Anda tidak perlu waspada. Anda tidak tahu tingkat kejujuran pengguna internet. Jadi jangan pernah memberikan data-data pribadi atau password akun Anda kepada mereka.
Jika Anda dan dia sudah ’dekat’, chemistry pun terbentuk. Namun, usahakan Anda dan dia bertemu dulu. Jika pria yang Anda kenal cukup baik dan layak dipertimbangkan, rencanakan mengadakan pertemuan.
Dari pertemuan itu, Anda bisa mengenal jelas seperti apa karakternya, gerak-gerik, sifat, cara bicara, dan sebagainya. Anda juga bisa tahu seperti apa sosok sesungguhnya orang itu. Jika sosok fisiknya tidak begitu cocok dengan foto, tetaplah ramah. Anda harus menyadari bahwa ini risiko berkenalan lewat dunia maya. Keputusan selanjutnya di tangan Anda.
Sebaliknya, kalau merasa cocok, gali lebih lanjut hal-hal yang Anda ingin ketahui dari dirinya. Yang terpenting, carilah tempat ’aman’ sebagai tempat bertemu, misalnya tempat yang ramai seperti restoran atau kafe di mal. Kalau perlu, ajak teman Anda untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar